Kerjasama RI-USA Bidang Penelitian Konservasi Perairan LPPM Dan Tim THP Dan IK Faperik Unpatti Triwulan Pertama Melakukan Kegiatan FGD Stakeholder Riset Potensi Bioprospeksi Dan Penyusunan Peta Jala
SUARAREFORMASI..COM.MALTENG -Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dengan Tim dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Universitas Pattimura Ambon telah melaksanakan kegiatan dilakukan Triwulan Pertama adalah kegiatan FGD Stakeholder Riset Potensi Bioprospeksi Dan Penyusunan rancangan peta jalan yang berlokasi di Negeri Pasanea, Kecamatan Seram Utara yaitu, Pasanea, Labuan dan Gale-Gale dan 3 Desa/Negeri di Kecamatan Seram Utara Barat yaitu Sawai, Besi dan Malaku.Setiap Desa/Negeri sebanyak 10 Peserta maka total peserta sebanyak 60 Orang dari masyarakat, Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai dari Tanggal 8-10 April 2026.
Pernyataan ini disampaikan Prof Dr Max Robinson Wenno, SPI MSi, kepada wartawan Radar Maluku News di Negeri Pasanea, Kecamatan Seram Utara Senin (8/4/2026) saat pihaknya bersedia memberikan keterangan terkait program Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat yang kini dilaksanakan pihak Universitas Pattimura lewat LPPM dan Fakultas Perikanan, Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Dan Ilmu Kelautan dalam bentuk penelitian dan Konservasi Perairan Seram Utara dan Seram Utara Barat.
" Peserta lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya Pemerintah Provinsi Maluku, Kelapa Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Maluku, Kepala Cabang Dinas Gugus Pulau III, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa/Negeri ,LSM, Kelompok-kelompok Masyarakat yang terlibat langsung dengan Konservasi Perairan Utara dan Seram Utara Barat," Ujar Prof Wenno.
Lebih lanjut jelas Prof Dr Max Robinson Wenno, SPI MSi, Tujuan dari kegiatan di Triwulan Pertama adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi pemanfaatan hewan dan tumbuhan laut untuk tujuan Bioprospeksi atau kesehatan dan mendapat informasi dari masyarakat tentang praktek-praktek kearifan lokal pemanfaatan biota laut untuk tujuan kesehatan, selain itu juga dilakukan penyusunan peta jalan riset.
Menurut Prof Max R Wenno, pada Tanggal 3 Juli 2024 Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia menandatangani dan mengumumkan perjanjian Tropical Forest and Corak Reef Coservation Act ( TFCCA) senilai US 35 Juta, TFCCA merupakan pengalihan utang pertama mencakup konservasi terumbu karang, Conversation Internasional/ Konservasi Indonesia dan The Nature Conservacy/Yayasan Konservasi Alam Nusantara masing-masing menyumbang tambahan dana USS 3 Juta dan USS 5 Juta.
" Program TFCCA bekerja untuk melestarikan kawasan konversi, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan mendukung pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada ekosistem terumbu karang, diprioritaskan untuk Kawasan Segitiga Karang Dunia yang ada di tiga bentang laut, Bentang Laut Sunda Kecil,mencakup, Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur; Bentang Laut Banda,mencakup Provinsi Maluku, Sulawesi Tenggara dan sebagian Provinsi Maluku Utara (Kabupaten Taliabu dan Sula serta Perairan Sekitarnya, Sebagian Sulawesi Tengah (yang berada di laut Banda dan Laut Maluku), dan Sebagain Sulawesi Selatan (yang berada di laut Flores dan Teluk Bone) dan Bentang Laut Kepala Burung , mencakup Papua Barat Daya,Papua Barat, Papua Tengah dan Papua." Ujara Prof Max R Wenno.
Prof Dr Max R Wenno juga memandaskan, berbagai mitra yang terlibat dalam program ini antara lain mencakup, 1. Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, 2. Kementrian Keuangan RI, 3. The Nature Conservancy, 4.Konservasi Alam Indonesia,5. Coservation Internasional,6. Konservasi Indonesia serta ruang lingkup adalah, 1.Pembentukan, perlindungan,restorasi dan pengelolaan kowasankonservasi; 2.Pengembangan dan implementasi sistim pengelolaan dan praktik-praktik pengelolaan ekosistem berbasis ilmiah; 3.Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ilmiah, tekinis dan manajemen individu/Organisasi; 4.Penelitian bioprospeksi untuk pengemban
pengembangan obat-obatan dan tujuan-tujuan lainya; 5. Dukungan bagi mata pencaharian berkelanjutan masyarakat yang bergantung pada ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait.
" Terdapat 58 Proposal dari berbagi Lembaga baik LSM dan Perguruan Tinggi Indonesia yang lolos pada tahap awal program ini, Universitas Pattimura lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dengan tim yang berasal dari jurusan Teknologi Hasil Perikanan dan Ilmu Kelautan yang diketuai Prof Dr Max Robinson Wenno S Pi M Si adalah sala satu dari 58 Proposal yang lolos, dengan judul kegiatan Potensi Bioprospeksi di Kawasan Konservasi Perairan Seram Utara dan Seram p yang dijabarkan ke dalam 13 kegiatan yang dilakukan selama 6 Triwulan atau 18 bulan dari Tanggal 27 Januari 2026 sampai dengan 27 Juli 2027," Jelas Prof Max R Wenno.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar