PT Dok Waiame Tak Berkontribusi Signifikan bagi PAD Maluku
SUARAREFIRMASI.COM.AMBON -Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menilai selama ini PT Dok dan Perkapalan Waiame bikin rugi Maluku karena para pejabatnya bermental “pancuri”. BGW bilang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku itu tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ambon era 2000an itu mengungkapkan, sejak bertahun-tahun, setoran PAD perusahaan tersebut tidak pernah melewati angka Rp. 500 juta. Ini disampaikan BGW seusai dia memimpin Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Maluku bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Jumat (21/11/25).
Di balik minimnya kontribusi itu, BGW lantas mengindikasikan ketimpangan mencolok pada kekayaan pribadi sejumlah pejabat dalam perusahaan daerah ini. “Dok Waiame selamanya store paling tinggi Rp 500 juta, padahal direktur dan bendaharnya menumpuk kekayaan di rumah itu lebih daripada Rp 500 juta. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya masalah tata kelola dan lemahnya orientasi bisnis perusahaan daerah. Karena itu, BGW minta agar manajemen baru PT Dok Waiame harus melakukan pembenahan menyeluruh, membentuk pola kerja yang solid, memaksimalkan bisnis inti di sektor perkapalan dan membasmi “sarang pancuri” di perusahaan tersebut.
“Kita harapkan manajemen baru bisa menata ulang total. Bisnisnya harus dihidupkan, supaya usaha perkapalan bisa maju dan kontribusinya ke daerah meningkat,” anjurnya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawasi agar BUMD itu tidak menjadi tempat subur praktik “pancuri kepeng negara”, tetapi benar-benar menjadi sumber pendapatan bagi Maluku.
Indonesia
English
No Comments