Walikota Ambon Sampaikan Kinerja dan Tantangan Pembangunan Saat Penyerahan LKP Tahun 2025

Walikota Ambon Sampaikan Kinerja dan Tantangan Pembangunan Saat Penyerahan LKP Tahun 2025

SUARAREFORMASI.COM.AMBON - Walikota Bodewin Wattimena bersama Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta menghadiri, Penyerahan LKP Walikota Ambon Tahun Anggaran 2025 dan Pembahasan tingkat I Terhadap 3 Ranperda Kota Ambon. Yang berlangsung di Ruang Paripurna kantor DPRD kota Ambon, Selasa (31/3/2026)

Dalam sambutannya pada acara Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Walikota Ambon Tahun Anggaran 2025, Bodewin Wattimena mengajak seluruh pihak untuk merenung dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan perubahan iklim.

“Kita bersyukur di tengah berbagai hal, Tuhan masih memperkenankan kita berkumpul untuk melaksanakan kewajiban konstitusional dalam bentuk penyampaian laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.

LKP yang disampaikan hari ini merupakan potensi kinerja Pemerintah Kota Ambon yang mengintegrasikan Peraturan Walikota Nomor 16 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah Kota Ambon Tahun 2023–2026. Penyampaian ini merupakan wujud nyata amanat konstitusi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020.

Tantangan yang Dihadapi

Pada tahun 2025, inflasi dan fluktuasi harga komoditas pangan masih menjadi tantangan yang membayangi daya beli masyarakat. Selain itu, fenomena perubahan iklim mengharuskan peningkatan ketangguhan dalam mitigasi bencana dan penataan ruang kota yang berkelanjutan.

Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Ambon tetap terjaga dan menjadi contoh utama setelah pemilu tahun 2024. Tantangan pembangunan ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, namun juga transformasi digital pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai identitas kota.

Program Pembangunan yang Dilaksanakan

Pemerintah Kota Ambon menjalankan 17 program pembangunan yang disusun untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Beberapa capaian utama antara lain:

-Program sanitasi dengan pengembangan jaringan air bersih di 9 lokasi, perbaikan kebocoran di lima lokasi, dan pembangunan sumur bor dari bantuan Presiden di 16 lokasi.

-Kerjasama dengan bank sampah, penambahan 8 unit kompresor dan 1 excavator, serta pembenahan sistem pengelolaan air limbah.

-Terjadi perubahan paradigma masyarakat terkait kebersihan, di mana 99% kini menyadari pentingnya peran mereka bukan hanya pemerintah. Dalam peringatan Hari Sampah Nasional, Kota Ambon mencanangkan gerakan “Ambon Hijau dan Merah Tanpa Takut Asli” dengan kerja bakti rutin setiap minggu di seluruh desa dan kelurahan, serta rencana penanaman pohon lebih banyak.

-Upaya mengurai kemacetan melalui pembangunan transportasi publik, pemeliharaan jalan raya pada 12 jalan utama, dan penataan ruang. Pemerintah juga berharap dukungan untuk pelebaran Jalan Jenderal Sudirman yang terhalang oleh hak milik tanah.

-Penataan Pasar Terbukti dengan peningkatan fasilitas dan aksesibilitas, termasuk perbaikan jalan menuju pasar dan taman bermain anak di 29 titik.

-Program pemberdayaan ekonomi dengan pemberian sertifikat kompetensi kepada 50 pengurus koperasi, pengembangan usaha mikro kepada 715 pelaku usaha, bantuan alat perikanan kepada 1.280 nelayan, serta pelatihan komputer untuk 24 penyandang disabilitas dan 150 orang masyarakat.

-Pembangunan infrastruktur dengan 8.287 unit fasilitas yang telah selesai, serta alokasi anggaran sebesar 150 miliar 79 juta rupiah untuk program ekonomi kreatif.

Peningkatan Kinerja dan Kerjasama Pemerintah Kota Ambon mencatat capaian positif lainnya.

Sumber : https://suara-reformasi.com/walikota-ambon-sampaikan-kinerja-dan-tantangan-pembangunan-saat-penyerahan-lkp-tahun-2025-detail-462289