Satu Tahun Kepemimpinan, Wattimena Tegaskan Arah Pembangunan Ambon Inklusif dan Berkelanjutan

Satu Tahun Kepemimpinan, Wattimena Tegaskan Arah Pembangunan Ambon Inklusif dan Berkelanjutan

SUARAREFIRMASI.COM.AMBON - Satu tahun memimpin Kota Ambon, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmennya membangun “Ambon Manise” yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2027.

Penegasan itu disampaikan dalam konferensi pers capaian 17 program prioritas di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Jumat (20/02/2026).

Dalam paparannya, Wattimena menyebut arah pembangunan kota telah dirumuskan secara jelas dalam RPJMD 2025 – 2027 yang memuat empat misi dan 17 program prioritas.

“Capaian yang kita raih selama setahun ini memang belum sempurna, tetapi ini membuktikan komitmen kami bersama Ibu Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon untuk bekerja dengan arah dan tujuan yang jelas sesuai visi-misi,” Ungkapnya di hadapan, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, serta insan pers.

Ia menekankan, keberhasilan satu tahun pemerintahannya bersama Ibu Ely Toisutta, bukan semata hasil kepemimpinan kepala daerah, melainkan kerja kolektif seluruh perangkat daerah.

“Kami mengarahkan akan tetapi yang bekerja adalah Pak Sekot, para asisten, pimpinan OPD sampai staf. Mereka motor penggerak pembangunan kota ini,” tegasnya.

Wattimena juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang dinilai berperan penting dalam mendukung serta menyosialisasikan berbagai program pemerintah.

Ia memastikan pemerintah kota tetap terbuka terhadap kritik.

“Kita tidak tinggal diam, kita responsif, dan tidak anti kritik. Semua dilakukan dalam semangat membangun Kota Ambon,” katanya.

Skema BOT dan KPBU untuk Infrastruktur Strategis dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota turut memaparkan rencana pembangunan kantor wali kota yang baru.

Menurutnya, kondisi kantor saat ini sudah tidak representatif dari sisi daya tampung maupun kelayakan fisik.

“Kalau hujan, bocor di sana-sini. Kita butuh gedung yang representatif, baik dari kapasitas maupun estetika sebagai simbol kota,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan pembangunan tersebut bukan bagian dari program prioritas, melainkan kebutuhan strategis yang diupayakan melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT) dengan investor.

Di atas lahan seluas tujuh hektare di kawasan Paso, pemerintah kota merancang pengembangan kawasan perkotaan modern berkonsep berkelanjutan.

Investor akan membangun rusun ASN, apartemen, dan hotel, serta mengelola kawasan tersebut dalam jangka waktu tertentu sebelum diserahkan kepada pemerintah kota.

Sebagai bagian dari kesepakatan, investor diwajibkan membangun gedung kantor wali kota.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Klinik Mata Ambon Vlisingen, sebagai inovasi pembiayaan di tengah keterbatasan APBD.

“Kita tidak mungkin membangun sesuatu yang megah dengan kondisi keuangan hari ini. Karena itu kita cari alternatif pembiayaan dari investor maupun badan usaha,” jelasnya.

Selain itu, terkait persoalan genangan di kawasan Ay patty, Wattimena menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan semata banjir, melainkan dampak kombinasi curah hujan tinggi dan pasang air laut yang menghambat aliran drainase menuju laut.

“Sistem drainase kita bermuara ke laut. Ketika air laut pasang, saluran tertutup. Hujan deras turun, air tidak bisa mengalir keluar,” terangnya.

Sebagai solusi, Pemkot Ambon telah berkoordinasi dengan Balai Sungai untuk pembangunan kolam retensi yang dilengkapi pintu air dan pompa.

Sistem ini dirancang untuk menampung air sementara saat hujan deras dan memompanya ke laut ketika kondisi memungkinkan.

Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan di wilayah terdampak dan menjadi langkah konkret penanganan persoalan drainase kota.

Menutup keterangannya, Wattimena kembali menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinan menjadi fondasi awal menuju Ambon yang lebih baik.

Sumber : https://suara-reformasi.com/satu-tahun-kepemimpinan-wattimena-tegaskan-arah-pembangunan-ambon-inklusif-dan-berkelanjutan-detail-461810