Musrenbang Malteng 2027: Kunci Investasi Rp640 Miliar dan Cetak Pusat Ekonomi Baru

Musrenbang Malteng 2027: Kunci Investasi Rp640 Miliar dan Cetak Pusat Ekonomi Baru

SUARAREFORMASI.COM.MALTENG -  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2027 bukan sekadar agenda tahunan. Forum ini menjadi titik krusial yang menentukan arah masa depan daerah mulai dari penguatan investasi hingga lahirnya pusat-pusat ekonomi baru yang diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Digelar di Aula Kantor Bapplitbangda, Masohi, Kamis (9/4/2026), Musrenbang kali ini merangkum aspirasi masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten. Pemerintah daerah berkomitmen bahwa pembangunan tidak lagi bersifat administratif semata, tetapi harus berpijak pada kebutuhan nyata warga.

Saat itu. Dalam sambutan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyampaikan pentingnya perencanaan yang responsif dan berdampak langsung.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan masyarakat, bukan sekadar pendekatan administratif,” tegasnya.

Pernyataan Bupati tersebut mencerminkan arah baru pembangunan Malteng yang lebih humanis menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan.

Musrenbang ini juga menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan ambisi pembangunan dengan kemampuan fiskal daerah. Setiap program dituntut tidak hanya realistis, tetapi juga mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat luas.

Pembangunan Maluku Tengah ke depan mengacu pada visi 2025–2029 Maju, Sejahtera, Rukun, dan Berkeadilan, yang dijabarkan dalam lima prioritas utama atau Panca Cita. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi lokal.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap diarahkan mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penguatan ketahanan pangan, serta hilirisasi komoditas unggulan.

Investasi Besar dan Lompatan Ekonomi

Salah satu sorotan utama dalam Musrenbang kabupaten tertua di Maluku ini adalah rencana hilirisasi komoditas kelapa dan pala di Kecamatan Teluk Elpaputih dengan nilai investasi mencapai Rp640 miliar. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Di sektor pariwisata, kawasan Banda didorong menjadi destinasi kelas dunia, didukung pengembangan kawasan unggulan lain seperti Natsepa, Ora Beach, dan Pulau Tujuh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor jasa dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus digenjot, termasuk rencana pelabuhan ferry di Teluk Dalam serta penguatan konektivitas antarwilayah melalui pengembangan sarana transportasi, pasar, dan terminal.

Langkah besar lainnya adalah penetapan Kecamatan Kobi sebagai Kawasan Kota Terpadu Mandiri, sebuah embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tengah yang diharapkan mampu mengurangi ketimpangan wilayah.

Tantangan Jadi Peluang

Pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keterbatasan fiskal. Namun, kondisi tersebut justru dipandang sebagai pemicu untuk berinovasi.

“Tantangan fiskal harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta kemitraan dengan swasta dan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menghindari program yang tumpang tindih, dan memastikan setiap kebijakan memiliki dampak yang jelas, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus didorong melalui optimalisasi sektor pariwisata dan inovasi kebijakan. Revitalisasi fasilitas publik, seperti kolam renang Masohi, turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.

Musrenbang RKPD 2027 ini pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang angka dan program, tetapi juga tentang harapan bagaimana pembangunan benar-benar hadir, menyentuh, dan memberi makna bagi masyarakat Maluku Tengah.(Rio)

Sumber : https://suara-reformasi.com/musrenbang-malteng-2027-kunci-investasi-rp640-miliar-dan-cetak-pusat-ekonomi-baru-detail-462391