SUARAREFIRMASI.COM.AMBON - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Irawadi menegaskan, pentingnya kehadiran Bulog di tengah masyarakat untuk menyerap hasil panen petani lokal.
Hal tersebut disampaikannya usai rapat koordinasi dengan Bulog Maluku di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (15/1/2026).
Irawadi mengatakan, pada tahun anggaran 2026 sejumlah wilayah di Maluku sudah mulai memasuki masa panen. Karena itu, Bulog sebagai perwakilan pemerintah diminta aktif melakukan pembelian dan penyerapan gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan, yakni Rp6.500 per kilogram.
“Bulog harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyerap gabah petani. Ini penting agar petani tidak dirugikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bulog memiliki sejumlah persyaratan teknis dalam penyerapan gabah, di antaranya kadar air maksimal 14 persen serta masa tanam antara 95 hingga 110 hari. Selain itu, jenis padi yang diserap bukan padi fuso"