SUARARRFORMASI.COM.AMBON - . Festival Benteng Nieuw Victoria Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (8/9/2026). Penutupan festival tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah, kebudayaan, keberagaman seni, serta potensi ekonomi kreatif di Kota Ambon.
Penutupan festival turut dihadiri Panglima Kodam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dodi Tri Winarto bersama Kasdam, Pakorsahli dan jajaran pejabat utama Kodam XV/Pattimura. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, unsur Forkopimda Kota Ambon, Kodaeral IX Ambon, jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku dan Maluku Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, pimpinan OPD, instansi vertikal, para raja dan kepala desa, insan pers serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang kembali menggelar Festival Benteng Nieuw Victoria setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2024.
Wattimena berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan dua tahunan, tetapi dapat menjadi agenda budaya yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun di Kota Ambon.
“Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dan terus berharap festival ini dapat berlangsung setiap tahun di Kota Ambon. Tolong sampaikan kepada Menteri agar kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” ujar Wattimena.
Menurutnya, Festival Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik untuk mengenal sejarah dan warisan budaya yang dimiliki Kota Ambon.
Ia mengakui masih terdapat masyarakat yang belum memahami secara mendalam keberadaan sejumlah situs bersejarah di Kota Ambon, termasuk Benteng Nieuw Victoria. Karena itu, kegiatan seperti festival budaya dinilai penting untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda.
“Festival ini mengingatkan kita semua bahwa ada begitu banyak sejarah dan budaya yang mesti terus kita kenal, kita jaga, dan kita lestarikan,” katanya.
Ambon Jadi Ruang Pertemuan Budaya
Selain aspek sejarah, Wattimena menyoroti kekayaan seni dan budaya yang berkembang di Kota Ambon. Menurutnya, Ambon menjadi ruang pertemuan berbagai kebudayaan dari seluruh wilayah Maluku.
Keberagaman tersebut tercermin melalui berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional dan penampilan sanggar budaya yang ikut meramaikan festival.
“Ambon adalah pertemuan semua. Sanggar-sanggar dari berbagai daerah hidup dan berkembang di kota ini. Mau menampilkan tarian dari mana pun silakan, yang penting kita sama-sama melestarikan dan menjaga budaya yang kita miliki,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan sanggar seni dan komunitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk terus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, masyarakat dan sektor swasta agar kekayaan budaya Maluku tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi.Festival Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif.
Sumber : https://suara-reformasi.com/festival-benteng-nieuw-victoria-2026-ditutup-wali-kota-ambon-dorong-pelestarian-budaya-dan-penguatan-ekonomi-kreatif-detail-464535