DPRD Maluku Soroti Sejumlah Infrastruktur di Maluku Tenggara

DPRD Maluku Soroti Sejumlah Infrastruktur di Maluku Tenggara

SUARAREFORMASI.COM.AMBON — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Maluku, Muhammad Fauzan Rahawarin, menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat di beberapa desa di Maluku Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Fauzan kepada sejumlah awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, persoalan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang diserap saat dirinya melaksanakan kegiatan reses.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah kondisi jalan menuju Desa Ohira. Fauzan mengatakan, masih terdapat sekitar satu kilometer ruas jalan yang belum diselesaikan dengan pengaspalan atau hotmix.

"Jalan itu sudah dilapisi tanah putih, tetapi belum diaspal. Ini mengganggu rumah-rumah masyarakat karena debu," ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Selain persoalan jalan, Fauzan juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan dermaga di salah satu desa. Menurutnya, kebutuhan tersebut berkaitan dengan aktivitas kapal wisata asing yang masuk ke wilayah Maluku Tenggara.

Ia menjelaskan, keberadaan dermaga yang representatif dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pariwisata, termasuk pelayanan terhadap kapal-kapal asing yang melakukan kegiatan shore excursion.

Persoalan lainnya, kata Fauzan, adalah Jembatan Rumahdian yang hingga kini belum terselesaikan. Ia berharap pemerintah provinsi dapat melanjutkan penyelesaian pembangunan jembatan tersebut karena menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.

Di Kota Tual, Fauzan juga menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur, di antaranya jalan lingkungan di Desa Dula Laut yang belum diselesaikan.

Selain itu, ia menyebut masih terdapat sejumlah sekolah tingkat SMA yang belum memiliki pagar. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan aktivitas dan keamanan lingkungan sekolah.

"Harapannya ke depan pagar sekolah itu bisa diselesaikan," katanya.

Fauzan juga menyoroti fasilitas penunjang pelayanan kesehatan di Desa Dula Laut. Menurutnya, Puskesmas di wilayah tersebut belum memiliki rumah dinas bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat yang bertugas.

Ia mengatakan, kondisi geografis wilayah tersebut membuat tenaga kesehatan harus melakukan perjalanan pulang-pergi antara Pulau Dula Laut dan Pulau Dula atau pulau besar.

"Kalau sudah ada rumah dinas, mungkin mereka bisa menetap sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Fauzan menyebut masyarakat Desa Evu juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan. Desa tersebut, kata dia, memiliki peran dalam mendistribusikan air ke wilayah perkotaan di Pulau Kei Kecil.

Berbagai aspirasi tersebut, lanjut Fauzan, telah disampaikan melalui dokumen hasil reses yang diserahkan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku.

Ia berharap aspirasi yang telah diserap anggota DPRD tidak berhenti pada tahap penyampaian, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui program pembangunan

"Ketika kami sebagai wakil rakyat melaksanakan reses, kami bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat. Setelah itu, kami berharap aspirasi tersebut bisa diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku," katanya.

Fauzan menambahkan, tindak lanjut atas aspirasi masyarakat tersebut menjadi bagian dari peran eksekutif dalam menjalankan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sumber : https://suara-reformasi.com/dprd-maluku-soroti-sejumlah-infrastruktur-di-maluku-tenggara-detail-464678