SUARAREFORMASI.COM.Masohi — Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, memimpin rapat Tim Siaga Bencana untuk memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Tengah. Hingga pertengahan Oktober 2026.
Rapat yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) itu dihadiri Sekretaris Daerah Maluku Tengah Rakib Sahubawa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nova Anakotta, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bony Kabrahanubun, serta pimpinan perangkat daerah terkait.
Mengacu pada rilis Bagian Humas Setda Kabupaten Maluku Tengah yang diterima media ini, rapat tersebut membahas perkembangan penanganan karhutla di setiap lokasi, kendala pemadaman, kebutuhan operasional, serta langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak asap bencana Karhutla yang terjadi sejak awal Juli.
tercatat 33 titik atau lokasi kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tengah hingga saat ini.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama perangkat daerah, pemerintah kecamatan, masyarakat, serta unsur TNI/Polri telah melakukan berbagai upaya pemadaman dengan mengerahkan personel, armada, dan sarana pendukung.
Sejumlah lokasi kebakaran dilaporkan telah berhasil ditangani hingga api padam. Namun, beberapa titik masih membutuhkan penanganan lanjutan karena terkendala akses menuju lokasi, keterbatasan sarana dan prasarana, serta sulitnya mendapatkan sumber air untuk pemadaman.
Kendala tersebut menjadi perhatian dalam rapat saat itu. Lantaran itu, Koordinasi lintas perangkat daerah penting dilaksanakan untuk mengidentifikasi kebutuhan di setiap lokasi, menentukan prioritas penanganan, serta memastikan dukungan operasional sesuai dengan kondisi di lapangan.
Bupati Zulkarnain menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama yang terpadu, pembagian tugas yang jelas, dan respons cepat dari seluruh unsur terkait.
“Sejak munculnya titik api pertama, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman di lapangan. Sejumlah lokasi telah berhasil ditangani, sementara lokasi yang masih mengalami kendala terus menjadi perhatian untuk penanganan lanjutan. Kita harus memastikan seluruh unsur bekerja secara terpadu, kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik, dan langkah penanganan terus berjalan,” tegas Bupati, sebagaimana dikutip dalam rilis Humas Setda Maluku Tengah.
Berdasarkan laporan BPBD dan Satpol PP dalam rapat tersebut, sebaran kebakaran meliputi Kecamatan Amahai, Teon Nila Serua (TNS), Seram Utara Barat, Seram Utara, Seram Utara Timur Seti, Seram Utara Timur Kobi, dan Leihitu.
Perbedaan karakteristik wilayah dan sulitnya akses menuju sejumlah titik kebakaran memerlukan penyesuaian strategi penanganan, terutama dalam pengerahan personel, armada pemadam, dan pemenuhan kebutuhan operasional.
Untuk memastikan penanganan berjalan terarah, Bupati meminta agar perkembangan kondisi di setiap lokasi diperbarui secara berkala. Data yang harus dipantau meliputi status titik api, luas lahan terdampak, serta kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan operasional.
Pemutakhiran data tersebut diperlukan sebagai dasar penentuan prioritas dan pengalokasian sumber daya agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Selain pemadaman, rapat juga menyoroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan, pendidikan, pertanian, dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Perangkat daerah terkait diminta mengidentifikasi kebutuhan warga terdampak, termasuk masker, air bersih, dan dukungan pangan.
Sementara itu, pelaksanaan pembelajaran daring yang telah diatur melalui surat edaran perlu menyesuaikan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan keberlangsungan kegiatan pendidikan.
Untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam penanganan karhutla, Satpol PP Kabupaten Maluku Tengah membuka layanan pengaduan kebakaran melalui nomor (0914) 2310149.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kebakaran serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Melalui rapat Tim Siaga Bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, pemutakhiran informasi, dan pemenuhan kebutuhan operasional untuk memastikan penanganan karhutla terus berjalan sesuai kondisi di lapangan serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sumber : https://suara-reformasi.com/bupati-maluku-tengah-pimpin-rapat-tim-siaga-bencana-bahas-penanganan-karhutla-detail-465057