SUARAREFORMASI.COM.AMBON - Arahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terkait dengan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan PT Inovasi Nusantara Lestari di Kementrian Perindustrian di Jakarta berkaitan dengan Hilirisasi Sagu di Maluku dengan nilai investasi Rp 500 Milyar.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr Ilham Tauda, SP MSi kepada sejumlah wartawan di Ambon Jumat (6/11/2026).
" Beberapa hal penting yang kami sampaikan disini diantaranya, pertama, Hilirisasi Sagu bertujuan untuk menjaga kelangsungan ekosistem mampu memastikan pengolahan Sagu di Maluku bisa meningkatkan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan, jadi tidak benar kalau Hilirisasi Sagu kemudian dilakukan secara masif dibuka hutan sagu di Maluku, sehingga tidak ada lagi Sagu untuk kita kembangkan," Ujar Ilham Tauda.
Menurutnya, Dalam rangka rangka mendukung Hilirisasi Sagu maka ada beberapa strategi yang nanti dilakukan terutama tidak hanya Sagu sebagai hutan Sagu saja tetapi akan dikelolah menjadi kebun Sagu, diharapakan akan dikelolah terutama dengan pendekatan ekosistem berbasis masyarakat dengan diatur kalender tanam sehingga populasi daerah itu selesai dimanfaatkan satu kawasan selesai akan lanjut tempat lain.
" Akan diatur baik waktu penanaman sehingga dipastikan saat dilakukan panen tidak secara serentak dan saya ingin menyampaikan tidak benar Sagu merusak ekosistem atau terjadi eksploitasi secara besar-besaran, karna akan diatur mekanisme pengelolaan berbasis konservasi ekosistem serta adanya partisipasi masyarakat," Pinta Ilham Tauda
Lebih lanjut kata Ilham Tauda, arahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, beberapa strategi strategi yang diharapkan dari Hilirisasi Sagu Pemerintah berusaha untuk meningkatkan nilai tambah terutama bagaimana meningkatkan. daya saing dari industri Sagu.
" Kita tahu bersama Provinsi Maluku adalah salah satu dari tiga daerah penghasil Sagu secara Nasional di Indonesia, yang pertama Riau, kemudian Papua Tengah dan Provinsi Maluku dengan total potensi kurang lebih 36 ribu hektar sedangkan 35 Hektar atau 95 persen ada di Kabupaten SBT," ujarnya.
Kata Ilham Tauda, ada kabar baik bagi kita dengan adanya kebutuhan Sagu dunia meningkat, negara-nagara maju seperti Jepang sangat membutuhkan tepung Sagu untuk konsumsi yang dulu hanya 3 sampai 4 persen meningkatkan menjadi 12 persen hal ini menjadi peluang yang sangat menjanjikan terutama untuk Provinsi Maluku.
" Kami mengundang teman-teman media hari menjelaskan berkaitan dengan Hilirisasi Sagu untuk menjaga ekosistem, meningkatkan nilai tambah dan yang penting adalah Hilirisasi Sagu akan menyerap Tanaga kerja, dengan adanya tenaga kerja meningkat maka pendapatan masyarakat meningkat serta mengurangi pengangguran di Maluku," kata Ilham Tauda.
Sumber : https://suara-reformasi.com/500-m-batuan-pemerintahan-pusat-untuk-hilirisasi-sagu-maluku-detail-465325