Kades Nania Siapkan Lahan Koperasi, Perkuat Ekonomi dan Kamtibmas Nataru 2025
SUARAREFORMASI.COM.AMBON- Komitmen Pemerintah Desa Nania dalam mendukung 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon tidak hanya ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan stabilitas keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Desa Nania, La Ana, memastikan pihaknya telah menyiapkan lahan untuk kerja sama dengan Kodim sekaligus pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Kami sudah siapkan tanah. Awalnya data dari Kodim 9×9 meter, setelah klarifikasi lahan yang kami siapkan 26×17 meter. Kami siap berkooperasi penuh. Selain itu, kami juga siapkan lokasi
Menurutnya, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, membuka akses permodalan, menciptakan ruang usaha baru bagi masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan.
Selain sektor ekonomi, La Ana menegaskan bahwa seluruh program pembangunan desa yang selaras dengan hasil Musyawarah Desa dan mendukung 17 program prioritas Pemkot Ambon telah dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan.
Beberapa proyek fisik yang telah direalisasikan meliputi pembangunan jalan setapak, pemasangan lampu penerangan jalan, serta penataan kawasan pantai.
“Semua sudah saya kerjakan. Jalan setapak, lampu-lampu jalan, juga pekerjaan di kawasan pantai, tidak ada yang saya tinggalkan,” tegas La Ana.
Terkait pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), ia berharap proses pencairan dapat berjalan lebih lancar seiring dengan kondisi keuangan daerah.
“Kami di desa juga memahami kondisi fiskal pemerintah. Harapan saya, ADD dan dana desa ke depan bisa lebih lancar agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” katanya.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Desa Nania juga memfokuskan perhatian pada penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada pengamanan rumah ibadah.
Pengamanan akan dilakukan secara terpadu bersama aparat kepolisian, masyarakat, LSM, dan unsur pemuda desa, dengan sistem patroli mobile di sejumlah titik rawan.
“Kami fokus pengamanan gereja. Kami akan mobile bersama warga, LSM, serta aparat kepolisian. Saya sendiri juga turun langsung karena ini menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala desa,” ungkapnya.
Hingga saat ini belum ada permintaan penambahan personel pengamanan. Namun pemerintah desa siap menyesuaikan dengan kondisi lapangan demi memastikan umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Bagi saya yang paling utama adalah ibadah berlangsung aman. Kalau gereja aman, situasi desa juga aman,” tutup La Ana.
Indonesia
English
No Comments