HUT ke-69 Kota Masohi, Abdullah Vanath: Pembangunan Harus Berpihak pada Kesejahteraan Rakyat
SUARAREFORMASI.COM.MASOHI – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengajak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-69 Kota Masohi sebagai refleksi untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Vanath dalam sambutan sekapur sirih pada upacara peringatan HUT ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, Selasa (3/11/2026).
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Vanath menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kota Masohi. Ia menyebut, perjalanan 69 tahun Masohi merupakan sejarah panjang perjuangan, pengabdian, dan kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah.
Menurutnya, nama Masohi yang bermakna gotong royong harus terus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan, sekaligus memperkuat persatuan dan persaudaraan masyarakat Maluku.
Vanath menegaskan, peringatan HUT tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum mengevaluasi capaian pembangunan dan membenahi berbagai kekurangan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan pelayanan publik, kualitas pendidikan dan kesehatan, mengembangkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menata Kota Masohi agar semakin nyaman dan berdaya saing.
“Pembangunan tidak hanya terlihat dalam bentuk gedung, jalan, dan infrastruktur, tetapi juga harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan,” tegas Vanath.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi, menjaga kerukunan, melestarikan adat dan budaya, serta merawat nilai Pela Gandong dan semangat hidup orang basudara.
Vanath memastikan Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah demi mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap, di usia ke-69 tahun, Kota Masohi semakin maju, produktif, inklusif, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati diri serta nilai-nilai luhur budaya Maluku.
Indonesia
English
No Comments