Dukung Ketahanan Pangan Nyata Tersedia Ikan Di Meja Makan Kitab
SUARAREFORMASI.COM.AMBON - "Pengelolaan ruang laut harus berdampak nyata pada tersedianya ikan di meja makan kita, sekaligus mendukung ketahanan pangan secara nasional. Oleh karena itu, usaha para nelayan harus kita pastikan berjalan dengan baik,” .
Hal tersebut disampaikan oleh walikota Ambon Boedewin Wattimena membuka kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Kota Ambon tahun 2026, Kamis (30/7/2026).
kegiatan yang diinisiasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Yos Sudarso ini, berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota, mengusung tema “Dengan SLCN, Nelayan Hebat, Selamat, Sejahtera”.
Dikataknnya,luas laut Maluku yang mencakup 92 persen wilayah harus mampu menjadi sumber kehidupan dan menopang ketahanan pangan, baik lokal maupun nasional.
Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen memfasilitasi kebutuhan nelayan untuk mewujudkan nelayan yang hebat.
“Bantuan sarana dan prasarana alat tangkap bagi nelayan tangkap serta bantuan budidaya terus disalurkan guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu poin terpenting adalah keselamatan, mengingat profesi nelayan adalah perjuangan yang mempertaruhkan nyawa di tengah ganasnya gelombang dan perubahan cuaca ekstrem, seperti angin barat daya.
“Melaut itu mempertaruhkan jiwa dan raga. Di sinilah peran penting BMKG. Melalui teknologi canggih dan informasi akurat terkait cuaca, arah angin, tinggi gelombang, hingga titik kumpul ikan, BMKG hadir menjadi kompas bagi nelayan. Nelayan tidak hanya tahu cara menangkap ikan, tetapi juga tahu cara pulang ke rumah dengan selamat,” katanya
Menurutnya, keterbukaan informasi dan pemanfaatan teknologi modern seperti fishfinder akan mengubah budaya melaut tradisional menjadi lebih terencana.
“Hal tersebut juga mencegah risiko erosi biaya operasional atau istilah lokal “habis di ongkos” akibat melaut tanpa kepastian,” terangnya.
Dirinya mengapresiasi program SLCN yang dinilainya bukan sekadar pelatihan membaca cuaca, melainkan upaya membangun budaya baru.
“Budaya ini mendorong nelayan untuk terus belajar, memanfaatkan teknologi, dan mengutamakan keselamatan. Ketika kapasitas, keselamatan, dan efisiensi kerja nelayan meningkat, sejahtera akan lebih mudah terwujud secara berkesinambungan,” ungkapnya
untuk itu ,Pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini juga dinilai sangat strategis untuk menyongsong program nasional pemerintah pusat, seperti pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Program KNMP diharapkan mampu memperkuat ekosistem perikanan dari hulu ke hilir, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran,” pintanya.
Wali Kota mengingatkan agar nelayan tidak melaut seorang diri, terutama saat menempuh jalur jauh hingga ke Laut Banda.
“Nelayan ini adalah para petarung. Tapi beta berpesan, kalau pergi melaut bawa teman, jangan sendiri-sendiri. Apalagi jika hanya mengandalkan satu mesin. Kalau ada apa-apa di tengah laut, kita bisa saling tolong-menolong,” ujarnya.
Usai menyampaikan sambutan, Wali Kota bersama Sekkot secara simbolis memakaikan ID Card kepada dua perwakilan peserta SLCN sebagai tanda kegiatan telah dibuka.
Hadir, Sekkot, Robby Sapulette, Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly C. Simatauw, peserta SLCN, serta undangan lainnya.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar