Bupati Aru Canangkan Karangguli Jadi Desa Cantik 2025
SUARAREFORMASI.COM.DOBO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Aru menjadikan Desa Karangguli, Kecamatan Pulau-Pulau Aru sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2025.
Desa cantik tersebut dicanangkan oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel bertempat di gedung gereja Elim Karangguli, Rabu (14/05) dengan Tema “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”.
Dalam sambutannya, bupati Timotius Kaidel menyampaikan bahwa Program Desa Cantik adalah salah satu inisiatif yang dirancang dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas desa di Indonesia termasuk di Kabupaten Kepulauan Aru dalam pengelolaan data statistik.
Dikatakan, data merupakan elemen fundamental dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perencanaan pembangunan yang efektif.
Tanpa data yang valid, kata Kaidel pembangunan yang dilakukan tidak akan terarah dengan baik, sehingga hasil yang dicapai pun tidak maksimal.
Seperti yang kita ketahui, Kabupaten Kepulauan Aru merupakan wilayah kepulauan yang memiliki keunikan tersendiri yang terdiri dari ratusan pulau besar dan kecil, kondisi geografis yang menantang, akses transportasi (baik laut maupun darat) yang sulit.
Selain itu, akses informasi dan komunikasi (akses internet dan telephone) dan yang lain menjadi kendala dalam upaya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Namun, kita semua percaya bahwa di balik tantangan-tantangan tersebut, Kepulauan Aru memiliki potensi besar yang bisa dioptimalkan, khususnya dalam sektor perikanan, pertanian, dan berbagai kekayaan alam lainnya.
“Dalam mewujudkan visi kami untuk menjadikan Aru Maju, Mandiri, Harmonis dan Mendunia, kami menyadari bahwa ketersediaan dan kualitas data yang baik menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai visi tersebut,” ujar Bupati Kaidel.
Oleh karena itu, program Desa Cantik ini hadir untuk membekali desa-desa di Aru dengan kemampuan untuk mengumpulkan, mengolah serta memanfaatkan data secara efektif.
Kaidel menambahkan program ini juga merupakan bagian dari pembinaan statistik sektoral, yang berfokus pada penguatan tata kelola data di tingkat desa. Mengingat pentingnya statistik dalam setiap sektor pembangunan, dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi, peran desa dalam menyediakan data yang akurat menjadi sangat krusial.
“Maka dengan adanya program Desa Cantik, diharapkan setiap desa mampu menghasilkan data yang berkualitas, sehingga dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kepulauan Aru,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong semua desa untuk beradaptasi dan menjalankan pembinaan desa cinta statistik dengan tagline “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”.
“Ini merupakan inovasi hasil kolaborasi bersama yang dibangun oleh BPS Kepulauan Aru dan telah diluncurkan oleh Bupati Kepulauan Aru pada tahun 2023. Aplikasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan bagi desa-desa dalam mengelola data statistik,” tuturnya.
Dijelaskan pula, Aplikasi “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data” dirancang untuk mempermudah proses pengumpulan, penyajian, hingga pemanfaatan data di tingkat desa, sehingga proses pengambilan keputusan di tingkat desa sampai kabupaten dapat berjalan lebih efisien dan akurat.
“Kita telah melakukan pembinaan pada akhir tahun 2024 kepada 3 kecamatan (Pulau-pulau Aru, Aru Tengah dan Batuley) dan saya berterimakasih kepada semua desa yang sudah memanfaatkannya, terkhusus Desa Karangguli. Dan ini akan kita lakukan secara berkelanjutan kepada semua kecamatan dan semua desa di Kabupaten Kepulauan Aru,” terang Kaidel.
Disamping itu, dengan adanya aplikasi “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”, harapannya desa-desa di Kepulauan Aru tidak lagi mengalami kesulitan dalam menyajikan data yang akurat, karena semuanya sudah dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi melalui aplikasi ini.(Yakop)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar